Jumat, 04 September 2009

TAK SEINDAH


Kenyataan sering tak seindah seperti yang kau bayangkan
karena itu, jangan kau sedih Sayang
Perjalanan sering tak semulus seperti yang kau angankan
karena itu, jangan kau menangis Cinta
Hari esok adalah harapan
selalu ada celah untuk sebuah keindahan
hari ini akan jadi kenangan
tempat kita mengubur kesedihan
Tersenyumlah
meski hatimu menangis
terimalah semua dengan ikhlas dan lapang
meski dada terasa sesak dan berat

Sering kita menginginkan sesuatu
yang ternyata itu buruk adanya
sering kita tak menyukai sesuatu
padahal itu baik bagi kita

Memang adanya hanyalah sebutir debu
bersimpuh di kaki Sang Maha
Maha Lembut Maha Cinta
itulah kita yang adanya begitu lemah tak berdaya
Selama kita bergenggam tangan
Selama kita saling membesarkan hati
Selama kita percaya ada Cinta Maha Cinta
selalu ada alasan untuk tetap tersenyum
meski semua TAK SEINDAH yang kita inginkan
tak selalu seperti yang kita mau
Cintaku...

Senin, 24 Agustus 2009

Sebuah Pagi di Bulan Ramadhan

Ini adalah pagi keempat
kumasih bisa merasakan sinar hangat mentari menyapa
ada banyak agenda yang belum terselesaikan
tertatih langkahku mengejar
begitu banyak kewajiban yang harus kutunaikan
sementara langkah sering terlena
oleh hal2 yang kurang bermakna
menguras habis waktu dan tenaga
ahhh...

Aku harus belajar lebih bersabar
menghadapi anak2, menghadapi ego dalam diriku
sesungguhnya kerewelan dan kemanjaan anak2 itu
adalah ladang amal bagi kita
sesungguhnya selalu ada celah
untuk membuat jiwa2 mungil itu kembali tersenyum ceria, dan melakukan setiap tugasnya dengan riang gembira
mungkin....
aku hanya belum bisa selalu menemukan cara
agar mata bening itu tak kembali muram
karena fitrah mereka masih bersih
jika mereka membentak, menendang, berontak...
itu karena mereka belum tahu
mungkin aku belum maksimal mengajarkan
bukan hanya masalah boleh dan tak boleh
bukan sekedar harus dan tak harus
bukan dengan bentakan dan amarah
bukan dengan ancaman dan hukuman
bukan dengan bicara nada tinggi, atau mata menyorotkan benci
bukan... bukan itu semua...
karena sebuah jiwa yang bening, sebuah jiwa yang lembut
hanya bisa disapa dengan kelembutan juga

Kusering perhatikan
saat aku marah
hati2 kecil itu semakin mengeras
ketika ku melembut
hati2 kecil itu semakin lembut
memeluk dan menangis
meminta maaf
cinta yang begitu indah
bicara dari hati ke hati dengan jiwa2 yg masih begitu bening
ya.. mereka masih anak2
dengan pikirannya yang masih sangat polos
dengan berbagai pernyataan sederhana
yang sering mengingatkanku
bahwa mereka memang anak2 yang punya pola pikir sendiri
sementara aku sering menganggap mereka sudah besar
mereka bukan manusia dewasa dalam tubuh yang kecil
bukan...

mereka juga punya hati
dalam bingkai yang masih rapuh
kita bisa membantu menguatkannya
atau menghancurkannya sama sekali

mereka punya pikiran
dalam bingkai yang masih labil
kita bisa membantu menguatkannya
atau menghancurkannya sama sekali

mereka punya mimpi dan cita2
yang kadang begitu jauh di langit
kita bisa membantu mewujudkannya
atau menghempaskannya sama sekali

mereka punya benih cinta
dalam taman yang masih tak terawat
kita bisa membantu menumbuhsuburkannya
atau mematikannya sama sekali

mereka punya benih benci
dalam ladang yang gersang
kita bisa membantu mematikannya
atau bahkan menumbuhsuburkannya

Memang bukan di tangan kita
takdir mereka
namun peran kita sangatlah besar
karena kita adalah petani
karena di tangan kitalah amanah itu diberi


Bintaro, 25 Agustus 2009, 08:24 am

Minggu, 09 Agustus 2009

PERSIAPAN RAMADHAN

Ramadhan sebentar lagi akan datang, apa rencanaku ya? Terngiang kata seorang sahabat yang bila Ramadhan tiba, maka ia selalu menganggap itu adalah Ramadhan yang terakhir baginya... karena memang tak ada seorang pun yang tahu, akhir usia seseorang.

Terbersit sebuah tanya pada diriku sendiri, bagaimana bila ternyata Ramadhan ini adalah Ramadhan yang terakhir bagiku? Alangkah ruginya bila aku menyia-nyiakan sebuah kesempatan terakhir yang tak mungkin bisa diulang lagi. Karena itu, harus direncanakan dan dimanage sebaik-baiknya. Dalam perenungan beberapa hari terakhir, dengan maraknya acara-acara tarhib Ramadhan, inilah sebuah rencana sederhana untuk mengisi Ramadhan. Semoga bisa berjalan dengan lancar dan baik... amin

Rencana Ramadhan tahun ini :

Membersihkan rumah dan halaman (sebelum Ramadhan)
Khatam Al Qur’an minimal 1 juz
Sholat tarawih di rumah bareng anak-anak
Membuat jadwal kultum selama 30 hari
Membuat menu sahur dan buka
Membuat jadwal ta'jil di masjid, jadwal ta'jil buat tetangga sekitar
Menyiapkan sembako di pekan pertama Ramadhan
Menyiapkan hadiah lebaran sebelum bulan Ramadhan tiba
Persiapan pulang kampung

Semoga semua rencana di atas berjalan lancar. Amin

Rencana harian :

03.00 – 04.10 Persiapan dan makan sahur
Sholat subuh
Tilawah al Qur’an
Istirahat sebentar

06.0 Menyiapkan anak2 sekolah
Tilawah Al Qur’an

Waktu luang

Mempersiapkan anak2 les
Menyiapkan buku2 pelajaran sekolah anak2


Mempersiapkan buka puasa
18.0 Buka puasa
19.0 Sholat Maghrib berjamaah di rumah
Meneruskan buka puasa

Sholat Isya’ berjamaah
Sholat tarawih berjamaah
Kultum

20.000 Berangkat ke klinik

Mudah2an semuanya berjalan dengan lancar, sehingga tak ada sedetik pun waktu yang teris-siakan...

Sifat waktu adalah bila ia tak diisi dengan kebaikan, maka ia akan terisi dengan keburukan....
Ya Allah, bantu aku mengisi setiap detik yang Kau beri... dengan amal yang berarti....

Rabu, 29 Juli 2009

ANAKKU

Ternyata punya anak itu menyenangkan ya. Hehe… kini anak-anak udah agak besar, udah kayak teman, bisa diajak berpikir, bisa dimintai pertimbangan. Dulu…, dulu sekali, saat mereka masih kecil dan masih dalam gendongan kita, mereka tampak begitu tak berdaya. Mereka begitu kecil, dengan jari-jari tangan yang lembut dan mungil, sering kita ciumi, wangi walau belum mandi. Dalam hati sering berucap, ya Allah, nak kamu begitu kecil, namun kebahagiaan yang kau beri begitu besar…

Anak-anak kecil itu seakan amat bergantung kepada kita. Pun kita seakan ingin memberikan apa saja yang mampu kita beri. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik buat anak-anak kita. Saat mereka sakit, kita rela semalaman mengendongnya, karena begitu ditaruh mereka akan bangun dan rewel, seakan gendongan kita adalah tempat ternyaman di dunia. Saat mereka demam dan tak juga turun panasnya, kita rela membaluri sekujur tubuhnya dengan bawang merah parut dicampur minyak telon, meski perut kita langsung mual-mual tak tahan bau bawang merah parut. Semua itu kita lakukan hanya atas dasar cinta dan sayang, berharap demam sang anak akan segera turun, seperti biasanya.

Seakan belum lama menimang mereka, siang itu aku pergi berdua dengan Azzam, sulungku yang baru sembuh disunat. Sekarang dia sudah besar, saat aku mau pergi siang itu, dia memaksa ikut, aku sempat melarang karena dia belum sembuh benar. Aku mau nemani Umi, demikian katanya. Atau entah dia ingin beli apa, atau boring beberapa hari ini hanya di rumah.

”Kok Umi berani sih nyetir jauh-jauh?” jelas kekhawatiran di nada suaranya. Saat itu aku lewat jalan arteri pondok indah, jalan yang tak biasanya, dia belum begitu familiar.

Aku tersenyum. Ingat ucapanku sendiri, “umi gak berani nyetir jauh-jauh” ternyata itu begitu terpatri dalam otaknya. Selama ini memang aku hanya berani bawa mobil ke sekolah, ke klinik, atau ke Bintaro Plaza, yang semuanya masuk dalam kategori jarak dekat. Siang itu kami berencana ke Pasar Mayestik.

”Ini nggak terlalu jauh, Mas. Umi kan udah sering ke bandara, nah itu lebih jauh...” jelasku.

Sebenarnya memang itu pertama kalinya aku ke pasar Mayestik pakai mobil, biasanya naik metromini atau bawa motor, lebih praktis. Tapi siang itu karena agak banyak yang –rencananya- mau dibeli, kupikir repot kalau naik metro atau pakai motor. Akhirnya ya, dengan bismillah semoga lancar dan dapat tempat parkir. Semua juga tahu kalau di Mayestik, susah sekali parkirnya, bisa habis waktunya buat muter-muter. Tidak seperti salah seorang temanku yang kemana-mana selalu diantar sopir, dia tinggal turun dan sopirnya yang muter2 cari tempat parkir, selesai belanja tinggal nelpon sopirnya, dan tereret... dalam beberapa kejab, mobil sudah berada di hadapannya...hehehe

Alhamdulillah begitu aku masuk, langsung ada mobil keluar tepat di depanku, jadi gak perlu muter2. Aku bersyukur dalam hati. Berdua aku jalan bareng si kakak. Mencari toko kain batik, karena hari itu rencananya mau beli batik. Ternyata cukup pusing juga, ada berbagai macam corak, warna dan jenis kain. Dari katun, silk, dan apa namanya aku nggak begitu ngerti. Setelah beli kain dan beberapa peralatan dapur, kami menyusuri jalan yang padat dengan pedagang emperan. Tiba2 aku melihat pigura, ups... udah lama ingin beli pigura untuk membingkai SIP di klinik.

”Berapa Bang yang ini?” tanyaku sambil menunjuk bingkai seukuran folio.

”Tiga puluh” jawab si Abang

”Dua puluh boleh nggak, Bang. Saya ambil 5 buah, jadi seratus ya?” tawarku.

“Belum bisa Bu, dua lima satu..” jawab si abang.

“Ya udah, bang, makasih ya...” jawabku sambil berlalu. Sudah menjadi sifatku, aku nggak mau lama-lama nawar, kalau boleh ya aku ambil, kalau belum boleh ya nggak papa, aku tinggal, pikirku lain kali aja, wong belum mendesak.

Si kakak tampak menahan langkahku, lalu menempelkan bibirnya di telingaku.

”Umi, katanya kalo sama orang miskain (baca : miskin) nggak boleh nawar?” bisiknya, tepat di ulu hatiku.

Iya sih, aku sering mengatakan hal itu sama anak-anak. Jadi?

”Sebenarnya Umi juga belum begitu butuh bingkai sih, Mas”

”Tapi kan Umi tadi udah nawar, kan kasihan orangnya, Mi?” kutatap mata si kakak yang juga sedang menatapku.

Akhirnya aku berbalik arah. “Baik Bang, saya ambil 4 bingkai deh...”

Begitulah... tak hanya sekali ini aku diingatkan oleh Azzam. Dulu waktu masih TK, kalau sedang jalan-jalan di mall, aku suka memegang baju-baju yang tergantung.

Si kakak selalu bertanya,” Umi mau beli?”

”Nggak Mas, Umi cuma mau lihat-lihat...” jawabku.

”Ya udah, Mi, kalo nggak mau beli nggak usah pegang-pegang..” katanya lagi.

Ups...

Atau bila lihat tanaman bunga atau saat melihat buah-buahan aku suka berkomentar, ” Hm... bagus sekali. Hm buahnya segar sekali deh Mas...”

Si Azzam akan bilang, ”Ya udah, kalo Umi suka, beli aja..”

Lalu aku akan menjelaskan, bahwa kita tak harus membeli semua yang kita sukai atau inginkan. Kita hanya membeli apa-apa yang kita butuhkan.

Azzam anaknya juga sangat teliti dan hati-hati akan sesuatu, misalnya status suatu makanan. Suatu hari, kami melihat iklan sebuah ‘cheese cake’ yang begitu menggoda di sebuah gerai roti ternama. Memang begitu menggoda, yummy, lembut dan... hm pokoknya amat menggoda deh...

”Yuk, Mas... kita beli cheese cake itu... hm kayaknya lezat deh…, eh udah ada sertifikat halalnya belum ya...” kataku.

”Kayaknya belum ada, Mi… kalau sudah ada kan pasti dipasang…” jawabnya sambil melihat-lihat sekeliling.

”Umi mau tanya dulu ah...” kataku.

”Mas, maaf ya, mau tanya, udah ada sertifikat halal dari MUI belum?” tanyaku hati-hati, pada si Mas margarin, eh si Mas yang lagi jagain gerai.

“Belum diurus lagi Bu...” jawab mas penjaga ramah.

”Ok, makasih ya mas...” jawabku.

”Belum diurus lagi, Dik... kita beli donat aja yuk...” tawarku.

Terciumlah aroma donat dari sebuah gerai donat ternama, begitu menggugah selera, begitu menggoda....

”Hm... baunya enak ya Mi, tapi yang ini juga belum halal...hehehe... kita beli dunkin aja yuk...” ajaknya.

”Kenapa ya mereka belum mau ngurus sertifikat halal?” tanyaku.

”Salah orang Islam sendiri sih, Mi... wong nggak diurus juga udah laku kok...” katanya.

”Iya sih Mas, karena kita kurang peduli. Mereka beli mungkin juga karena tidak tahu... ” jawabku.

***

Catatan :

Anakku, pada satu sisi, kau adalah cermin diriku. Apa yang sering kuucapkan padamu dulu, kini sering kudengar dari lisanmu. Cara marahmu, caramu menyikapi sesuatu... seakan aku pernah menemukan orang seperti itu, ya… orang itu adalah aku.

Anakku, pada satu sisi, kau adalah cermin diriku. Tapi pada banyak sisi yang lain, kau adalah dirimu sendiri....

Minggu, 26 Juli 2009

Pengalamanku Saat Sunat

Azzam:PENGUMUMMAN!!!!bagi yang blom di sunat mohon berhati hati waktu dikupasnya sakit!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Umi : Bukan sakit, hanya geli aja kali Mas... kan udah disuntik kebal...

Azzam:beneran umi sakitttt banget tau gak seeh?

Umi:hussss!!!!jangan bilang gitu soalnya nanti yang belum sunat takut.

Azzam:(umi nggak pernah jujur nieh)oh!iya waktu sunat di suntik nya sakitnya mantap!!!!!!!belom lagi waktu suntik kebalnya hilang LEBIH sakit lagi(aku sampe nangisT_T abis cakit cih!!!!

Umi:semua nya juga gitu mas azzam!di mana mana sunat ya agak sakit.(Azzam:Bo'ong tuh khan sakit banget tau!!)

Azzam:oh iya waktu B.U.R.U.N.G nya di kupas sakit soal nya kena tulang(soalnya kena tulang)

Umi : kalo sakit kok Mas Azzam setelah sunat tersenyum terus... tertawa lebar.... hayoo... kenapa kok sakit bisa tertawa. Bisa lari-lari lagi... naik turun tangga... hayo...?

Azzam :


Umi : Jadi gimana, Mas Azzam senang gak disunat?

Azzam :

Umi : Bukannya umi suka bohong... jujur aja, banyak enaknya atau gak enaknya Mas?

Azzam :

Mas Azzam Sunat

Alhamdulillah, Sabtu 18 Juli 2009, Mas Azzam sudah disunat. Kami berangkat pada pukul 06.00 WIB. Alhamdulillah, atas kasih sayang Allah, acara berjalan lancar.

Sampai rumah, aku segera memberi obat analgesik supaya saat bius lokalnya habis Mas Azzam tak harus merasa kesakitan. Seperti cerita beberapa teman yang menyunatkan anaknya yang katanya sekitar pukul 10.00 pagi saat obat biusnya habis, anak2 mereka mengerang kesakitan, minta dikipasi dan menciptakan kehebohan tersendiri. Jujur aku ngeri membayangkannya. Apalagi ukuran si kakak agak jumbo, secara logika, ada kesulitan tersendiri yang berhubungan dengan area lukanya dibandingkan dengan anak2 yang bertubuh kurus. Makanya aku juga berhati2, ada yang menyarankan supaya si kakak dikuruskan dulu. Ada tetangga yang mengatakan kalau gemuk, agak susah disunat dan lama sembuhnya. Jujur, aku tambah ngeri membayangkannya. Tetangga itu juga mengatakan, katanya keponakannya yang gendut dua-duanya susah disunatnya dan agak lama sembuh lukanya. Duh, makin miris rasanya.

Akhirnya aku hanya bisa berdoa, semoga anakku baik-baik saja. Sabtu siang, aku harus ke sekolah karena ada acara pertemuan orang tua murid sekaligus pembagian buku pelajaran. Oya, anakku tak bisa sunat saat liburan karena abinya ingin nungguin, baru bisa pulang sekarang. Aku pamit mas Azzam ke sekolah dan pesan nelpon umi kalo ada apa2. Sejauh ini Azzam baik-baik saja. Bahkan ketika kutelpon dari sekolah, ia mau ikut ekskul apa, Mas Azzam udah jalan2 turun ke bawah. Waduh, mentang2 tidak merasa sakit, anakku udah ucul kemana-mana.....

Di rumah tidak ada acara apa2, seperti dulu saat anak laki2 dikeluarga kami sunat tak ada yang diramaikan. Sebenarnya ibu minta diramaikan, tapi akhirnya beliau bisa mengerti setelah aku kasih penjelasan. akhirnya untuk menghibur Azzam, aku undang beberapa teman dan tetangga sekitar. Azzam cukup terhibur dengan kehadiran teman2 dan ibu gurunya saat masih TK dulu. Dia malah asyik main kejar2an... aku yang khawatir takut kalau2 lukanya kesenggol atau ia terjatuh. Namanya juga anak2, kalau sudah ada temannya lupa segala...



to be continued

Jumat, 26 Juni 2009

DEMAM BERDARAH

Minggu2 ini, banyak sekali tetangga yang kena sakit demam berdarah. Dari balita sampai manula.

Ini dia daftar yang sakit di RT-ku :
1. Raka - demam berdarah(kelas 6 SD, anaknya bu RT)
2. Putri - demam berdarah (TK-anaknya bu RT)
3. Abi - campak, balita (1,5 tahun)
4. cucunya bu sarwadi - Indah 9demam berdarah, kelas 1 SD)
5. lala, cucunya bu sarwadi (demam berdarah)
6 & 7. 2 orang yang kost di Bu sarwadi (gak tahu namanya) demam berdarah
8. Dio (demam berdarah, kelas 5 SD)
9. Atira (demam berdarah, 5 SD)
10. Putri dameria (demam berdarah, TK)
11. Pak Djumari (udah sepuh, DB juga)
12. Pak Hermawan (bapknya Epin, panas belum terdeteksi penyakitnya, masih drawat di yadika)

Kenapa ya bulan juni ini booming DBD?
walah.. ternyata tidak hanya di Indonesia, di Arab juga ada nyamuk DBd -namun mungkin gak separah di sini ya...-
Ini sebuah email dari sahabat yang tinggal di sana...

"di Saudi juga ada nyamuk dan ada juga yang kena demam berdarah kata Arab news yaa...sama aja udaranya dengan Indonesia, kalau Indonesia tropis tapi disini panaasss...Hujan nga pernah ,mungkin hanya setahun 2x atau 4x tidak lebihtapi terkadang ada genangan air yang di dapat dari air tampungan yang bocor, bingung kan bayanginnyaaa. .sok lah kesini ntar aku kasih liat kenapa nga ada nyamuk?karena suhu disini yang bener-bener puaanaass tea..tiap rumah pasti ada ac, bahkan sekolahpun pasti ber ac, walaupun sekolah biasa ajatetap ada nyamuk tapi sekitar 1 atau 2 saja, dan bisa langsung di tepok langsung matee..dan nyamuk kan ngga suka udara dingin, jadi kita kalau tidur nyaman dengan ruangan ber ac dan tanpa nyamuk Tapi kalau musim dingin tiba, ac ngga perlu dinyalakan sudah cukup dingin, walau rada sumpek karena ruangan nya ruangan apartemen jadi aja ac tetep nyala yang saya herankalau musim dingin mandi bisa pake water heaterkalau musim panas...bingung mandi, ngga ada pendingin airwalaupun mandinya malam-malam teteeuubb berasa panasapalagi kalau mandi siang menteng, duuhh....itu kaca toilet di kamar mandi aja bisa berembun (Euis Fauziah-milis Pembaca Anadia)"

Jadi, hati-hati ya..... tetap jaga kebersihan dan kesehatan ya.... ^_^